Sunday, September 11, 2011

Tadaima!

Ting tong!

Tadaima! Im back! :D
(reply: okaeru/okaerinasai!)


Hah, lama nggak ketemu. Ohisashiburidesu ne? Genki desu ka? Oreo wa genki da! :)
Sejak sebelum lebaran, keluargaku jadi sering banget main ke rumah Obaasan dan Ojiisan. Terus pas hari Sabtunya, ada buka bersama di rumah bude. Yah, jadi.... begitulah. Oh, mae ni,

"HAPPY IDUL FITRI 1432 H!"
Mohon maaf lahir dan batin :>

Eh, lucu nggak sih, lebaran udah lewat berminggu-minggu ngucapinnya baru sekarang? Hahaha, lucu lucu ==
Gimana ini? Cerita lebaran banyak banget. Mau satu-satu, ntar lama. Jam 2 ada kerja kelompok yang kalo membuang waktuku akan sangat menyebalkan. Jadi cepet-cepet yuk!

Sebelum lebaran, biasanya kan pada bikin kue. Okaasan juga bikin. Aku bantuin dong :3 Ini bikinan aku sendiri, yang pada akhirnya hanya menjadi kue tanpa nama yang sangat aneh =_="

Aneh banget kan? =_= Ini ada sumbangan foto aneh lagi, ini waktu 17 Ramadhan di sekolah, aku dan teman-teman jadi gila, foto-foto gaje.
 Langitnya bagus ya? :>
 Ini gedung kelas reguler yang udah diganti cat pagernya. Tapi tetep aja spensa keliatan sederhana ==


Nah, 2 foto terakhir itu yang paling gaje. Ceritanya Tuyul (re: Lia) minjem ponsel Farah, habis itu si ponsel diguncang-guncang.
"Li, kenapa? (Ntar Hpnya mabok)" nanya sambil celinguk ke Hp Farah. Lia nggak jawab, tapi aku langsung tertarik habis tau Tuyul ngapain xD Ternyata dia lagi motret lampu yang digantung di koridor depan ruang guru, dan hasilnya 'agak' amazing karena cahayanya jadi aneh. Yang di atas itu original ku x))) hehehe....

Lanjut! Pas lagi puasa, itu jam 12an, kan lagi panas-panasnya tuh. Harusnya aku ada di rumah, nyantai di sofa sambil nonton "Princess Prosecutor". Tapi aku malah di sekolah, nungguin anggota kelompok dateng buat kerja kelompok. Haaaah! Naik angkot pula, tenggorokanku kering sekering-keringnya. Yah, sudahlah. Itu kan udah lewat. Just enjoy it! :D

Sekarang ke hari Senin. Aku ke rumah nenek kakek, kan ceritanya besok mau Lebaran. Pas lagi santai-santai di luar sambil main sama Ifa, sepupuku yang paling lucu, yang tua-tua ribut-ribut nonton sidang Itsbat. Akhirnya kita ikutan nonton. Hasilnyaa.......... bikin pundung. Besok puasa lagi! Nggak apa deh, daripada nggak bisa puasa? Kapan lagi puasa coba? Sepupu aku yang lain pada males puasa. Jadi mereka ikut ayah mereka yang Muhamadiyah lebaran Hari Selasa. Kesel juga sih, tapi.... Keep enjoy it! :D Sebelum itu, pas siang Ifa main ke rumah, hehehe :3 Lucu banget, waktu Unyi my funny kitty dateng, dia elus elus gitu XD Padahal yang lain pada takut. Keren kan! :D
Karena masih kecil, jadi kucingnya kupengang supaya Ifa nggak asal elus. Kata Abinya, salah-salah dia bisa narik ekornya ato jambak rambut Unyi my sweety kitten. Pas Dzuhur, Ifa ikut Uminya solat di kamarku. Kan kerudung Tante P (Umi-nya Ifa) dilepas, terus sama Ifa dipake coba! X3
Lucu banget ya! XD Jadi kayak hantu deh X3


Pas Hari Selasanya, aku bengong di rumah kakek. Habis cucu kakek aku cuma 2, aku sama adikku :' Jadi selama di rumah kakek, aku cuma diem kaya orang nggak berguna. Akhirnya! Jam 8 balik. Eh nggak ke rumah nenek dulu. Akhirnya! (lagi) Aku bisa keluar dari bengongku! Yah, akhirnya cuma diem aja sih di sana juga. Tapi seenggaknya masih ada temen kan? :>

Terus pas lebaran pertama aku ke Kuningan, ke desa. Hah, capek seharian! Malemnya ada insiden paling menyebalkan sedunia lagi! Rasanya aura membunuhku kembali bangkit selain karna sekarang aku suka nonton Fairy Tail.
Gini ceritanya. Kalo malem pertama lebaran biasanya aku ngunjungin kerabat ibuku. Pertama yang di kota dulu. Besok pagi yang di Waled. Nah, ada sepupu tiri aku yang nggak akan pernah aku suka sampai kapanpun (lebay) ikut. Sebut aja F. Kan aku pake sepatu baru tuh (pamer! :p *plak!*). Saking sayangnya, meski udah dari makam, nginjek nginjek tanah lembek, tapi tetep aja bersih karna sering ku bersihin. Pas malem, siapa gitu yang mulai bilang "Wah, sepatu baru. Kenalan dong!" kalian pasti tau apa maksudnya itu. Sepatuku mulai diinjekin. Tadinya cuma sama sepuu kandungku, tapi terus F ikut-ikutan! Kalo adiknya sih nggak ikutan. Sepatu yang baru aku bersihin tadi sore jadi kotor lagi! Sial >:X Akhirnya aku berantem sama dia, layaknya kakak adik. Tapi aku nggak suka! Dia tuh siapa aku sih? Bukan siapa siapa kan? Pulangnya, aku disidang. Paginya aku disidang lagi. Bagus! Sekarang aku nggak bakal deket-deket dia lagi. Untung aja pas lebaran ke 2 dia kabur. Jadi nggak ada dia deh! Bahagianya..... xD
Eits, cuma sebentar kebahagiaannya. Malemnya, baju kucel muka kusut belum mandi, aku jadi cepet-cepet masuk kamer. Tapi... ko lantai depan pintu kamerku basah ya? Bukan banjir! Tiba-tiba Otousan bilang "Wah, kerjaan nih." Terus aku buka kamer. Ya ampun! *geplak dahi* kamer aku banjir!! Bagus dah. Akhirnya acara santai dan mandi suciku tertunda beberapa jam =____="

Setelah lebaran..........
Silaturahmi baru selesai hari Minggu. Nani?! Mwo?! What?! Apa?! Tugas masih numpuk, liburan menipis! haduh, rebet dah. Salahku juga sih numpuk tugas :p
Rabu pas masuk, udah bela-belain make kerudung soalnya ada pelajaran Agama, nggak taunya nggak belajar! O_O Cape deh! Pidato Kepala Sekolahnya lama banget lagi. Untung bukan SBY yang pidato. Bisa sampe siang tuh! Mana lapangannya kayak oven lagi. Lengkap dah. Sayang. Ada sesuatu yang bikin aku sedih hari itu. Etapi nggak usah di bahas deh.

Kemaren, aku bagi bagiin cokelat buat my precious friend X3 Yah, lumayan deh, cokelat yang aku bikin banyak banget itu jadi cepet habis.

Wah! kayaknya sampe di sini dulu ceritanya, aku capek. Bentar lagi juga ada kerja kelompok yang kalo buang waktu akan sangat menyebalkan itu. Sebelum itu, aku minta maaf sebesar-besarnya barangkali ada salah yang disengaja atau nggak (jelas lebih banyak yang sengaja ya -_-'), maaf telat, gomen nasai~! >.<

Konnichiwa! Dont Say Good Bye!-Funkist.

Best regards, 'Aku'

Thursday, August 25, 2011

Tanjoubi Omedetou Gozaimasu Otouto-chan! :D

Yah, right ne... kyou wa otouto-chan no tanjoubi =_=


Oke bener bener bener. Asik juga sih. Soalnya kecipratan hadiah biasanya == tapi... kayanya buat taun ini engga deh? Yaaah.... umur bertambah jatah berkurang =,=
Etapi tapi, selamet ultah aja deh.

ini emang bukan foto ter-update-nya, tapi inilah foto yang paling gila ==

Nah, liat foto yang di atas sama yang ada di samping blog, mirip kaga? Iye, mirip gilanya == Inilah pasangan kakak beradik yang kurang waras, maaf kawan kawan =___=" *plak*

Best regard, Reocchi~

Japan 1

Yuk! Kita mulai menjelajah Jepaaaaanng.... dimulai dari kota pilihanku di prefektur Nara, Nara-shi! ^^





Nara (奈良市 Nara-shi?, kota Nara) adalah ibu kota Prefektur Nara. Kota ini terletak di bagian utara Prefektur Nara, dan berbatasan dengan Prefektur Kyoto. Nara merupakan salah satu kota wisata yang ramai di Jepang.
Monumen Historis Nara Kuno adalah sebutan untuk 7 bangunan kuil Buddha dan Shinto, reruntuhan Istana Heijō, dan Hutan Kasugayama yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Ketujuh bangunan kuil tersebut adalah Tōdai-jiSaidai-jiKōfuku-jiKasuga Shrine,Gangō-jiYakushi-jiTōshōdai-ji.
Di zaman Nara, ibu kota Jepang yang bernama Heijō-kyō berada di wilayah kota Nara yang sekarang. Heijō-kyō merupakan kota tujuan akhir Jalan Sutra di Jepang, sekaligus tempat berkembangnya Kebudayaan Tempyō yang berpusat pada agama Buddha dan kalangan aristokrat.

Sejarah

Di wilayah kota bagian barat terdapat sejumlah makam kuno berukuran besar asal abad ke-5. Di antara makam kuno yang terletak di kota Nara adalah makam kuno Uwanabe yang membentuk gugus makam kuno Saki. Catatan sejarah tahun 710 menceritakan kepindahan ibu kota Jepang dari Fujiwara-kyō ke Heian-kyō di wilayah kota yang sekarang dikenal sebagai Nara. Setelah itu, ibu kota Jepang mengalami beberapa kali perpindahan hingga akhirnya ibu kota berada Nagaoka-kyō. Setelah ibu kota pindah ke Nagaoka-kyō, kuil Tōdai-ji dan Kōfuku-ji di Nara tetap merupakan kekuatan politik yang berpengaruh, sehingga Nara disebut sebagai ibu kota selatan (Nantō).
Memasuki abad pertengahan, kuil Kōfuku-ji ditunjuk sebagai penjaga wilayah (shugoProvinsi Yamato. Pada waktu itu, kuil Buddha dan Shinto di Nara memiliki tanah yang luas dalam sistem tuan tanah feodal, dan bertahan sebagai kekuatan politik. Dibandingkan dengan perannya di masa damai, kuil-kuil di kota Nara justru merupakan kekuatan besar di masa perang. Akibatnya, kuil-kuil di kota Nara berkali-kali menjadi sasaran pembakaran. Patung Buddha Agung di Tōdai-ji bahkan sempat hangus terbakar hingga dua kali.
Sepanjang zaman Muromachi hingga zaman Sengoku, kekuatan politik dan militer kuil-kuil di kota Nara berhasil ditekan oleh penguasa militer dari kalangan samurai. Di zaman Edo, Nara dijadikan wilayah kekuasaan langsung Keshogunan Tokugawa. Hingga sekarang, sisa-sisa peninggalan zaman Edo masih bisa dilihat di wilayah kota bernama Naramachi. Pada masa itu, bagian timur laut wilayah kota Nara disebut Yagyū-han, karena merupakan wilayah kekuasan (han) keluarga Yagyū.

Geografi

Kota yang sekarang disebut Nara terletak di sebelah utara Prefektur Nara, tepatnya di ujung utara wilayah Lembah Sungai Nara. Bagian timur kota terletak di Dataran Tinggi Yamato yang memiliki ketinggian antara 300-600 meter di atas permukaan laut. Bagian utara kota merupakan kawasan bergunung-gunung yang di zaman kuno disebut Gunung Nara (Narayama), dan berbatasan dengan Prefektur Kyoto.
Wilayah kota Nara membentang dari barat ke timur. Wilayah kota bagian timur terletak di antara dua pegunungan, sedangkan permukiman penduduk terdapat di wilayah kota sebelah barat. Peninggalan bersejarah banyak terdapat di bagian tengah hingga timur kota. Kota Nara dialiri Sungai SahoSungai TomioSungai Yamato, dan Sungai Kizu.
Di zaman dulu, aksara kanji yang digunakan untuk menulis kata "Nara" adalah 那羅寧楽, atau 平城. Salah satu alasan kota ini diberi nama "Nara" adalah wilayah kota yang terlihat datar (narashita youna). Penjelasan lain mengatakan nama kota ini berasal dari kata "Nara" dalam bahasa Korea yang berarti negara atau kampung.

Tersedia dalam bahasa Inggris juga :3 (emang buku apa?) *tendang*

Nara (奈良市 Nara-shi?) is the capital city of Nara Prefecture in the Kansai region of Japan. The city occupies the northern part of Nara Prefecture, directly bordering Kyoto Prefecture. Eight temples, shrines and ruins in Nara, specifically Tōdai-jiSaidai-jiKōfuku-jiKasuga ShrineGangō-jiYakushi-jiTōshōdai-ji and the Heijō Palace remains, together with Kasugayama Primeval Forest, collectively form "Historic Monuments of Ancient Nara", aUNESCO World Heritage Site.

Nara
奈良
—  Core city  —
奈良市 · Nara City
A view over the city, Tōdai-ji (front, right) and the Prefectural Government office (left)

Flag
Location of Nara in Nara Prefecture















Nara is located in Japan
Nara
 
Coordinates: 34°41′N 135°48′E
CountryJapan
RegionKansai
PrefectureNara Prefecture
Government
 - MayorGen Nakagawa
Area
 - Total276.84 km2 (106.9 sq mi)
Population (January 1, 2010)
 - Total368,636
 - Density1,331.58/km2 (3,448.8/sq mi)
Time zoneJapan Standard Time(UTC+9)
City symbols
- TreeQuercus gilva
- FlowerNara yaezakura
- BirdJapanese Bush Warbler
Phone number0742-34-1111
Address1-1-1 Nijō-ōji, Nara-shi, Nara-ken
630-8580



History

for pre-modern history of Nara
Nara was the capital of Japan from 710 to 784, lending its name to the Nara period. The original city, Heijō-kyō, was modelled after the capital of Baekje Dynasty Korea,Wiryeseong(present-day Seoul).[1] According to the ancient Japanese book Nihon Shoki, the name "Nara" derived from the Japanese word narashita meaning "made flat".[2][3]The word nara comes from the Baekje word for nation.[4]
The temples of Nara remained powerful even beyond the move of the political capital toHeian-kyō in 794, thus giving Nara a synonym of Nanto (南都 "The Southern Capital"?).
In 2010, Nara celebrated the 1,300th anniversary of its ascension as Japan's imperial capital.[5]

Modern Nara

In the modern age, as the seat of the prefectural government, Nara has developed into a local center of commerce and government. The city was officially incorporated on February 1, 1898.

Historic Monuments of Ancient Nara *
Country Japan
TypeCultural
Criteriaii, iii, iv, vi
Reference870
Region **Asia-Pacific

Geography

The city of Nara lies in the north end of Nara Prefecture, directly bordering itself to Kyoto Prefecture in its north side. The city is 22.22 km from North to South, from East to West. As a result of the latest merger, effective April 1, 2005, that combined the villages of Tsuge andTsukigase with the city of Nara, the city now borders Mie Prefecture directly to its east. The total area is 276.84 km².[6]
The downtown of Nara is on the east side of the ancient Heijō Palace site, occupying the northern part of what was called the Gekyō (外京), literally the outer capital area. Many of the public offices (e.g. the Municipal office, the Nara Prefectural government, the Nara Police headquarters, etc.) are located on Nijō-ōji (二条大路), while Nara branch offices of major nationwide banks are on Sanjō-ōji (三条大路), with both avenues running east-west.
The highest point in the city is at the peak of Kaigahira-yama, alt.822.0 m (2,696.85 ft) (Tsugehayama-cho district), and the lowest is in Ikeda-cho district, with an altitude of 56.4 m (185.04 ft).[7]

Climate

The climate of Nara Prefecture is generally temperate, although there are notable differences between the north-western basin area and the rest of the prefecture which is more mountainous.
The basin area climate has an inland characteristic, as represented in the higher daily temperature variance, and the difference between summer and winter temperatures. Winter temperatures average approximately 3 to 5 °C (
Template:Convert/Dual/LoffAoffDxSoffT
  - Invalid output type
 {4}="def", in {{Convert|3|to|5|def|...}}. ), and from 25 to 28 °C (

Template:Convert/Dual/LoffAoffDxSoffT
  - Invalid output type
 {4}="def", in {{Convert|25|to|28|def|...}}. ) in the summer with highest readings reaching close to 35 °C (95 °F). There has not been a single year over the last decade (since 1990, up to 2007) with more than 10 days of snowfall recorded by Nara Local Meteorological Observatory.
The climate in the rest of the prefecture is that of higher elevations especially in the south, with −5 °C (23 °F) being the extreme minimum in winter. Heavy rainfall is often observed in summer. The annual accumulated rainfall ranges as much as 3,000 to 5,000 mm (118.11 to 196.85 in), which is among the heaviest in Japan.
Spring and fall temperatures are temperate and comfortable. The mountainous region of Yoshino has been long popular for viewing cherry blossoms in the spring. In autumn, the southern mountains are also a popular destination for viewing fall foliage.
Nara, 2008JanFebMarAprMayJunJulAugSepOctNovDecYear
Average °C3.84.37.313.518.021.926.127.123.016.611.06.615.0
Rainfall (mm)54.067.5102.5134.5213.0144.591.0162.5163.571.554.541.51300.5

Demographics

As of 2005, the city has an estimated population of 373,189 and a population density of 1,348 persons per km². There were 147,966 households residing in Nara. The highest concentraton of both households and population, respectively about 46,000 and 125,000, is found along the newer bedtown districts, along the Kintetsu line connecting to Osaka. There were about 3,000 registered foreigners in the city, of which Koreans and Chinese are the two largest groups with about 1,200 and 800 people respectively. There were slightly fewer than 1,200 deer in Nara in 2005.

Landmarks

Deer in Nara

According to the legendary history of Kasuga Shrine, a mythological god Takemikazuchi arrived in Nara on a white deer to guard the newly built capital of Heijō-kyō. Since then the deer have been regarded as heavenly animals, protecting the city and the country.[9]
Tame deer roam through the town, especially in Nara Park. Snack vendors sell "shika sembei" (deer biscuits) to visitors so they can enjoy feeding the deer. Some of the deer have learned to bow in response to tourists' bows.[citation needed] They nudge, jostle, and even bite for food.

Education

As of 2005, there are 16 high schools and 6 universities located in the city of Nara.

Universities

Nara Women's University is one of only two national women's universities in Japan.

Primary and secondary education

Public schools

Public elementary and junior high schools are operated by the city of Nara.
Public high schools are operated by the Nara Prefecture.

Private schools

Private high schools in Nara include the Todaiji Gakuen, a private school founded by the temple in 1926.

Gallery


Sumber: wikipedia
Gimana? Bagus engga? Keren kan? Iyalah, pilihan Oreo emang selalu keren! #pede *plak* XD
Kalo gitu sampe ketemu lagi! Huaaaammmm :'0

Best regard, Reocchi~ :D